Hakikat Pembelajaran
A. Hakikat
Pembelajaran
1. Pengertian
Pembelajaran
Menurut
akhmar (2012:10) Pembelajaran adalah
proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat
terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat , serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan
kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belaja
dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta
dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang
mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda.
Menurut
Dimyati dan Mudjiono (Syaiful Sagala 2011: 62) pembelajaran adalah kegiatan
guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat belajar secara
aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.
Dapat
disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan
pendidik yang memiliki tujuan yang sama dalam mencapai suatu pengetahuan serta
membentuk peserta didik dalam pembentukkan sikap dan kepercayaan pada peserta
didik.
2. Komponen Pembelajaran
Interaksi
merupakan ciri utama dari kegiatan pembelajaran, baik antara yang belajar
dengan lingkungan belajarnya, baik itu guru, teman-temannya, tutor, media
pembelajaran atau sumber-sumber belajar yang lain. Ciri lain dari pembelajaran adalah yang
berhubungan dengan komponen-komponen pembelajaran. Sumiati dan Asra (2009: 3) mengelompokkan
komponen-komponen pembelajaran dalam tiga kategori utama, yaitu: guru, isi atau
materi pembelajaran, dan siswa. Interaksi antara tiga komponen utama melibatkan
metode pembelajaran, media pembelajaran, dan penataan lingkungan tempat
belajar, sehingga tercipta situasi pembelajaran yang memungkinkan terciptanya
tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.
a.
Tujuan
Pembelajaran
Menurut
H. Daryanto (2005: 58) tujuan pembelajaran adalah tujuan yang menggambarkan
pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki siswa
sebagai akibat dari hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah
laku yang dapat diamati dan diukur. Sedangkan menurut B. Suryosubroto (1990: 23) menegaskan bahwa
tujuan pembelajaran adalah rumusan secara terperinci apa saja yang harus
dikuasai oleh siswa sesudah ia melewati kegiatan pembelajaran yang bersangkutan dengan berhasil. Dapat disimpulkan bahwa tujuan
pembelajaran adalah segala suatu hal apa saja yang harus dikuasai oleh peserta didik ketika sudah melewati
kegiatan pembelajaran dengan berhasil yang menggambarkan pengetahuan,
kemampuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki peserta didik.
b.
Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah
substansi yang akan disampaikan dalam kegiatan proses belajar-mengajar yang
didalamnya terdapat beberapa hal yang mencapai tujuan pembelajaran seperti
bidang studi dengan topik atau sub topik dan rinciannya yang disusun secara sistematis
dengan mengikuti prinsip psikologi. Agar materi pembelajaran itu dapat
mencerminkan target yang jelas dari
perilaku siswa setelah mengalami proses belajar mengajar.
c.
Metode
pembelajaran
Metode pembelajaran adalah suatu
cara penyajian dengan memberi latihan pelajaran kepada siswa untuk mencapai
tujuan yang ingin dicapai yang sudah ditetapkan oleh guru baik dari segi
kognitif, afektif maupun psikomotorik.
d.
Media
pembelajaran
Media pembelajaran adalah bahan
atau sesuatu yang digunakan dalam proses pembelajaran agar didalam pembelajaran
tidak terlalu identik dengan situasi kelas dalam pola pengajaran konvensional.
e.
Evaluasi
pembelajaran
Evaluasi pembelajaran adalah sebagai
kegiatan pemeriksaan yang sistematis yang dilakukan diakhir untuk membantu
memperbaiki pembelajaran sebelumnya yang telah dilakukan demi pertumbuhan dan
kemajuan peserta didik kearah yang telah ditetapkan.
f.
Peserta
didik/siswa
Peserta didik atau siswa adalah satu
komponen inti dari pembelajaran karena intikarena inti dari proses pembelajaran
adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan.
g.
Pendidik/guru
Pendidik atau guru adalah figur yang
menarik perhatian semua orang, entah dalam keluarga dalam masyarakat maupun
masyarakat. Karena gvuru dilihat sebagai sosk yang kharismatik karena jasanya
yang banyak mendidik umat manusia.
B. Model Desain Pembelajaran
1.
Pengertian
desain pembelajaran
Menurut Herbet
Simon (Dick dan Carey, 2006), mengartikan desain sebagai proses pemecahan
masalah. Tujuan sebuah desain adalah untuk mencapai solusi terbaik dalam
memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia. Dengan
demikian desain pembelajaran merupakan proses pemecahan masalah dalam proses
belajar mengajar untuk mencapai solusi terbaik dalam pemecahannya dengan
memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia.
2.
Kriteria
desain instruksional, diantaranya :
a.
Berorientasi
pada siswa
Hal ini sangat penting, sebab desain pembelajaran dirancang untuk mempermudah
siswa belajar. Dengan demikian mendesain pembelajaran perlu diawali dengan
melakukan studi pendahuluan siswa.
b.
Berpijak
pada pendekatan sistem
Sistem adalah suatu kesatuan komponen yang saling berkaitan untuk mecapai
tujuan. Melalui pendekatan sistem, bukan saja dapat diprediksi keberhasilannya,
akan tetapi juga akan terhindar dari ketidakpastian. Hal ini disebabkan melalui
pendekatan sistem dari awal sudah diantisipasi berbagai kendala yang mungkin
dapat menghambat terhadap pencapaian tujuan.
c.
Teruji
secara empiris
Melalui pengujian secara empiris dapat dilihat berbagai kelemahan dan
berbagai kendala yang mungkin muncul sehingga jauh sebelumnya dapat
diantisipasi.
3.
Model
desain instruksional
a.
Model
kemp

Model desain yang dikembangkan oleh Kemp
merupakan model yang membentuk siklus. Menurut kemp pengembangan desain sistem
pembelajaran terdiri atas komponen-komponen, yang dikembangkan sesuai kebutuhan,
tujuan dan berbagai kendala yang timbul. Komponen-komponen itu digambarkan oleh
Kemp seperti yang digambarkan pada gambar diatas.
Komponen-komponen dalam suatu desain
instruksional menurut Kemp adalah :
a.
Hasil
yang ingin dicapai
b.
Analisis
tes mata pelajaran
c.
Tujuan
khusus belajar
d.
Aktivitas
belajar
e.
Sumber
belajar
f.
Layanan
pendukung
g.
Evaluasi
belajar
h.
Tes
awal
i.
Karakteristik
belajar.
b.
Model
Banathy
Model desain sistem pembelajaran ini memandang bahwa penyusunan sistem
instruksional dilakukan melalui tahapan-tahapan yang jelas.

Terdapat 6 tahap yakni:
a.
Menganalisis
dan merumuskan tujuan, baik tujuan pengembangan sistem maupun spesifik
b.
Merumuskan
kriteria yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
c.
Menganalisis
dan merumuskan kegiatan belajar
d.
Merancang
sistem
e.
Mengimplementasikan
dan melakukan kontrol kualitas sistem
f.
Mengadakan
perbaikan dan perubahan berdasarkan evaluasi.
Manakala kita lihat langkah 1 sampai 4 merupakan tahap-tahapan dalam
rangka proses rancangan, sedangkan tahap 5 dan 6 adalah tahap pelaksanaan dari
perencanaan yang sudah dirumuskan.
c.
Model
Dick and Cery

Model Dick and Cery harus dimulai dengan
mengidentifikasi tujuan pembelajaran umum. Menurut model ini , sebelum desainer
merumuskan tujuan khusu yakni ferformance
goals, perlu menganalisis pembelajaran serta menentukan kemampuan awal
siswa terlebih dahulu. Kemampuan khusus harus berpijak pada dari kemampuan
dasar atau kemampuan awal. Manakala telah dirumuskan tujuan khusus yang harus
dicapai selanjutnya dirumuskan tes bentuk criterion
reference test, artinya tes yang mengukur kemampuan penguasaan tujuan
khusus. Untuk mencapai tujuan khusus selanjutnya dikembangkan strategi
pembelajaran, yaitu skenario pelaksanaan pembelajaran yan diharapkan dapat
mencapai tujuan secara optimal, setelah itu dikembangkan bahan-bahan
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan. Dan langkah akhir dari desain ini
adalah melakukan evaluasi, yaitu evaluasi formatife dan evaluasi sumative.
Evaluasi formatife yang berfungsi untuk menilai efektivitas program dan
evaluasi sumatife berfungsi untuk menentukan kedudukan setiap siswa dalam
penguasaan materi pelajaran.
d.
Model
PPSI
(Prosedur Pengembangan Sistem Inrstrksional)

Model PPSI adalah model yang
dikembangkan diindonesia untuk mendukung pelaksaan kurikulum 1975. Yang
berfungsi untuk mengefektifkan perencanaan dan pelaksaan program pengajaran
secara sistematis, untuk dijadikan sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan
proses belajar mengajar. Yang terdiri dari 5 tahap yaitu :
· Merumuskan tujuan
·
Mengembangkan
alat evaluasi
·
Mengembangkan
kegiatan belajar mengajar
·
Mengembangkan
program kegiatan pembelajaran
·
Pelaksanaan
program
C. Analisis
Kebutuhan (Need Assessment)
Analisis
kebutuhan merupakan aktivitas ilmiah untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung
dan penghambat proses pembelajaran guna memilih dan menentukan media yang tepat
dan relevan mencapai tujuan pembelajaran dan mengarah pada peningkatan mutu
pendidikan. Menurut Anderson analisis kebutuhan (need assesment) diartikan sebagai
suatu proses kebutuhan sekaligus menentukan prioritas.
Analisis
kebutuhan adalah suatu cara atau metode untuk mengetahui perbedaan antara
kondisi yang diinginkan/seharusnya atau diharapkan dengan kondisi yang ada.
Fungsi -fungsi Analisis Kebutuhan
Menurut Morrison dalam Abidin
(2007: 61-62) membagi fungsi analisa kebutuhan sebagai berikut:
·
Mengidentifikasi
kebutuhan yang relevan dengan pekerjaan atau tugas sekarang yaitu masalah apa
yang mempengaruhi hasil pembelajaran.
·
Mengidentifikasi
kebutuhan mendesak yang terkait dengan finansial, keamanan atau masalah lain
yang menggangu pekerjaan atau lingkungan pendidikan
·
Menyajikan
prioritas-prioritas untuk memilih tindakan.
·
Memberikan
data basis untuk menganalisa efektifitas pembelajaran.
Langkah-langkah
analisis kebutuhan :
·
Pengumpulan
informasi
·
Identifikasi
kesenjangan
·
Analisis
performance
·
Identifikasi
hambatan dan sumber
·
Identifikasi
karakteristik siswa
·
Identifikasi
prioritas dan tujuan
·
Merumuskan
masalah
D. Analisis
Karakteristik Siswa
1.
Pengertian
karakteristik siswa
Sebelum
menyusun dan mengembangkan silabus dan RPP, maka seorang guru telah memahami
subjek atau peserta didiknya, karena siswa memilki beragam tingkat pengetahuan,
sikap dan keterampilan yang dimiliki dari hasil pembelajaran pada jenjang
pendidikan sebelumnya.
2.
Karakteristik
siswa
Ada
dua karakteristik awal siswa perlu dipahami oleh guru yakni :
1.
Latar
belakang akademik mencakup
a.
Jumlah
siswa
b.
Latar
belakang siswa
c.
Indeksi
prestasi
d.
Tingkat
intelegensi
e.
Keterampilan
membaca
f.
Nilai
ujian
g.
Kebiasaan
belajar/gaya belajar
h.
Minat
belajar
i.
Harapan/keinginan
siswa
j.
Lapangan
kerja/cita-cita yang diinginkan.
2.
Faktor-faktor
sosial yang meliputi hal-hal berikut ini adalah:
a.
Usia
, memahami usia siswa akan berpengaruh terhadap pemilihan pendekatan
pembelajaran yang dilakukan
b.
Kematangan
, secara psikologis juga menjadi pertimbangan guru dalam menentukan berbagai
macam pendekatan belajar yang sesuai dengan tingkat kesiapan siswa. kematangan
itu mencakup:
1)
Kematangan
prenatal usia 2,5-9 tahun
2)
Perkembangan
vital usia 2-3 tahun
3)
Kematangan
ingatan usia 2-3 tahun
4)
Kematangan
imajinasi usia 304 tahun
5)
Kematangan
pengamatan usia 4-6 tahun
6)
Kematanagn
intelektual usia 6-7 tahun
7)
Kematangan
pra remaja usia pubertas
8)
Kematangan
remaja sudah mulai merasakan kebutuhan untuk berteman.
c.
Rentangan
perhatian , rentang perhatian siswa adalah jumlah waktu normal siswa dapat
berkonsentrasi dalam mendengarkan uraian pembelajaran.
d.
Bakat-bakat
istimewa , guru perlu memahami perbedaan bakat tersebut agar dapat dikembangkan
e.
Hubungan
dengan sesama siswa , bahwa interaksi antara guru dan siswa, siswa dengan yang
lainnya tidak lagi menjadi hubungan secara sepihak tetapi lebih jauh merupakan
hubungan emosional dan simpatik.
f.
Keadaan
sosial ekonomi , dapat diperhatikan bahwa sebagian besar siswa mengalami
kendala dalam memenuhi kebutuhan sumber belajar.
3.
Manfaat
memahami karakteristik siswa :
a.
Memperoleh
gambaran yang lengkap dan terperinci tentang kemampuan siswa
b.
Memperoleh
gambaran tentang luas dan jenis pengalaman yang telah dimiliki siswa
c.
Menegtahui
latar belakang sosial kultural siswa
d.
Mengetahui
tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa
e.
Untuk
menentukan kelas-kelas tingkah laku awal
f.
Mengetahui
aspirasi dan kebutuhan siswa
g.
Mengetahui
tingkat penguasaan pengetahuan yang diperoleh siswa
h.
Mengetahui
tingkat penguasaan bahasa siswa
i.
Mengetahui
sikap dan nilai yang menjiwai pribadi siswa
4.
Langkah-langkah
analisis kemampuan awal siswa
a.
Melakukan
pengamatan kepada siswa secara perorangan
b.
Tabulasi
karakteristik perseorangan siswa
c.
Pembuatan
daftar strategi karakteristik siswa
Adapun
beberapa macam instrumen yang digunakan untuk memperoleh data tentang
karakteristik pebelajar yaitu : observasi, interview, kuesioner, inventori dan
tes.
·
Langkah-langkah
Analisis Karakteristik Siswa
Dalam
menganalisis karakteristik siswa ada
tiga langkah yang perlu dilakukan dalam menganalisis kemampuan awal siswa.
1.
Melakukan
pengamatan kepada siswa secara perorangan. Pengamatan ini bisa dilakukan dengan
menggunakan tes kemampuan awal atau angket dan wawancara. Tes (lisan atau objektif) kemampuan awal digunakan untuk
mengetahui konsep, konsep prosedur atau prinsip yang telah dikuasai oleh
pebelajar yang terkait dengan konsep, prosedur, atau prinsip yang akan
diajarkan. Wawancara atau angket dapat digunakan untuk menggali informasi
mengenai kemampuan awal yang lain, seperti pengetahuan yang tidak
terorganisasi, pengetahuan tentang analogi dan strategi kognitif
2.
Tabulasi
karakteristik perorangan siswa. hal pengemasan yang dilakukan pada langkah
pertama ditabulasikan untuk mendapatkan klasifikasi dan rincianya. Hasil
tabulasi akan digunakan untuk daftar klasifikasi menonjol yang perlu
diperhatikan dalam penetapan strategi kognitif.
3.
Pembuatan
daftar strategi karakteristik siswa. daftar ini perlu dibuat sebagai dasar
menentukan strategi pengelolaan pembelajaran. Satu hal yang perlu diperhatikan
dalam pembuatan daftar ini adalah daftar harus selalui disesuaikan dengan
kemajuan-kemajuan belajar yang dicapai pelajar secara perorangan.
Ada
beberapa macam instrument yang bisa digunakan untuk memperoleh data tentang
karateristik pebelajar, meliputi: observasi, interview, kuesioner dan tes.
Komentar
Posting Komentar