Konsep dan Pendekatan Perencanaan Sistem Pembelajaran


A.      Konsep Perencanaan Sistem Pembelajaran
·         Pengertian perencanaan pembelajaran
Menurut  Ibrahim (1993) mengatakan bahwa “Secara garis besar perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pembelajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, materi-bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan. Dengan perencanaan pembelajaran, guru dapat memperkirakan, mempersiapkan, dan menentukan tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu proses pembelajaran berlangsung. Pada tahap ini, guru mempersiapkan segala sesuatunya agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif.
Pendapat lain dikemukakan oleh Banghart dan Trull (Sagala, 2003) yang menyatakan bahwa "Perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional, dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan dalam konteks pembelajaran.
Menurut pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan suatu proses yang membahas tentang permasalahan-permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran yang didalamnya guru dapat memperkirakan, mempersiapkan, dan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dalam suatu alokasi waktu.
Sumber :
Afandi, Muhammad. 2009. Perencanaan pendidikan dasar. Volume 1, nomor 2. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=325577&val=7660&title=PERENCANAAN%20PEMBELAJARAN%20PENDIDIKAN%20DASAR (Diakses pada tanggal 07 Maret 2018).
·         Prinsip perencanaan pembelajaran
Beberapa prinsip perencanaan pembelajaran, menurut Sagala (2003), terdiri atas:
1.    Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam implementasi pembelajaran
2.    Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target pembelajaran.
3.    Mengembangkan alternatif-alternatif  yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
4.    Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
5.    Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.
·         Karakteristik perencanaan pembelajaran
Menurut Banghart dan Trull dalam Harjanto yang selanjutnya dikutip oleh Darwyn Syah, menjelaskan terdapat beberapa karakteristik perencanaan pengajaran yaitu:
1.    Merupakan proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan social dan konsep–konsepnya yang dirancang oleh banyak orang.
2.    Merupakan konsep dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk mengharapkan demikian.
3.    Perencanaan terdiri dari beberapa aktivitas, aktivitas itu banyak ragamnya, namun dapat dikategorikan menjadi prosedur-prosedur.
4.    Perencanaan pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam manajemennya.
Sumber:

·         Manfaat perencanan pembelajaran
Dapat diketahui berbagai manfaat dari perencanaan pembelajaran yang meliputi;
1.    Pertama, memberikan kejelasan dalam  pencapaian kompetensi peserta didik, dan prasyarat yang diperlukan oleh  peserta didik untuk dapat mengikuti pembelajaran di sekolah tersebut.  
2.    Kedua, meningkatkan efesiensi dalam proses pelaksanaan. Adanya  perencanaan akan memberikan gambaran tentang kebutuhan sumber daya  yang diperlukan dalam mencapai kompetensi. Baik itu sember daya manuasia maupun non manusia.
3.    Ketiga, melaksanakan proses pengembangan berkelanjutan. Adanya perencanaan dapat menentukan berbagai proses yang dibutuhkan pada kurun waktu tertentu.
4.    Keempat, perencanaan pembelajaran dapat digunakan untuk menarik sebagai suatu hasil karya ilmiah bagi seorang pendidik untuk jadikan bahan usulan dalam kenaikan  jabatan/golongan, sehingga sangat perlu dilakukan mendasain suatu rencana pembelajaran yang sesuai dengan standar isi dan kompetensi dasar pada tingkatan kelas yang berbeda.  
Sumber :  

E. Mulyasa,  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja

B.       Pendekatan Perencanaan Sistem Pembelajaran
·         Pengertian Sistem
Oemar Hamalik mengemukakan bahwa konsep system pembelajaran adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Sesuai dengan rumusan itu, yang terlibat dalam sistem pengajaran secara umum adalah siswa, pendidik (guru), dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Meterial meliputi buku-buku, papan tulis, kapur, fotografi, slide, film, audio, video-tape. Ciri utama suatu system: (1) Suatu system memiliki tujuan tertentu. (2) Untuk mencapai tujuan sebuah system memiliki fungsi-fungsi tertentu. (3) Untuk menggerakkan fungsi suatu system harus ditunjang oleh berbagai komponen (Sanjaya, 2008:2)



Sumber:

·         Pengertian Pendekatan Sistem
M. Natsir Ali, Dasar-dasar Ilmu mendidik (Jakarta: Mutiara, 1997), h. 23. 15 Pendekatan sistem merupakan salah satu cara dalam penyusunan rencana/perencanaan pembelajaran yang dapat memperhatikan berbagai komponen-komponen dalam pembelajaran seperti metode, media, evaluasi, dan tujuan pembelajaran, waktu, dan sumber belajar. Semua komponen-komponen tersebut harus dapat berkolaborasi dalam rangka pencapaian terhadap tujuan pembelajaran. Lihat, Kasful Anwar Us., op. cit., h. 29-30.
Pendekatan system adalah (1) alat atau teknik yang dirancang untuk memahami suatu system, (2) suatu cara yang dilakukan secara ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan untuk melakukan berbagai analisis terhadap suatu system.
Berdasarkan pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan system adalah suatu cara atau teknik yang disusun dengan sedemikian dapat memperhatikan komponen-komponen yang mencakup didalamnya seperti metode, teknik, strategi, pendekatan, model pembelajaran, dan sumber belajar yang memiliki pencapaian tujuan tertentu.
Sumber:
·         Pembelajaran sebagai suatu system
System pembelajaran merupakan suatu kombinasi terorganisir yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Bentuk sederhana pendekatan system dalam pembelajaran:
1.    Mengidentifikasi
2.    Mengembangkan.
3.    Mengevaluasi.
4.    Merevisi.
·       Manfaat penerapan sistem dalam perencanaan pembelajaran
Penggunaan pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran bermanfaat dalam:
1.    Dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kegiatan perencanaan pembelajaran.
2.    Menghasilkan rumusan rencana pembelajaran yang bermutu
3.    Dapat menyusun system pembelajaran yang efektif dan efisien.

 

Komentar

Postingan Populer